Tuesday, May 15, 2018

Persiapan Mudik: Alat Transportasi Apa yang Paling Tepat?



Sebulan lagi musim mudik akan tiba. Proses migrasi manusia dari daerah domisili ke kampung halamannya ini tentu butuh alat transportasi. Secara umum, alat transportasi terbagi menjadi dua, yaitu kendaraan pribadi dan kendaraan umum. Kendaraan pribadi terbagi lagi dalam kategori sepeda motor dan mobil. Tranportasi umum terdiri dari transportasi darat (mobil dan kereta api), transportasi laut (kapal laut), dan transportasi udara (pesawat terbang). Alat tranportasi manakah yang paling tepat untuk mudik? Berikut kupasan satu per satu mengenai karakteristik dan kekurangan-kelebihan masing-masing moda tersebut.
    I.        Mudik dengan kendaraan pribadi
Mudik bagi pemilik kendaraan pribadi tentu lebih mudah pengaturan jadwalnya. Kenapa demikian? Karena waktunya tergantung keleluasaan masing-masing pemudik. Bagi mereka tersedia dua pilihan alat transportasi, yakni mobil dan sepeda motor. Manakah alat transportasi yang paling tepat? Mari kita bahas.
1.    Mudik dengan mobil
Mudik dengan mobil pribadi adalah idaman hampir semua pemudik. Kenapa demikian? Banyak latar belakangya. Meski demikian, bukan berarti mudik dengan mobil pribadi tidak memiliki kekurangan. Berikut analisisnya:
1)  Kelebihan:
a.   Kenyamanan perjalanan, mudik dengan mobil pribadi kenyamanannya tergantung pada kondisi mobil, rasio penumpang/barang terhadap kapasitas mobil, dan kualitas sopir;
b.    Daya angkut, mobil pribadi menyediakan ruang setidaknya untuk 4 (empat) orang dewasa dan puluhan kilogram barang (tergantung jenis mobil);
c.    Fleksibilitas waktu, kapan akan mudik dan kapan akan kembali sepenuhnya ditentukan oleh si pemudik. Tak ada kendala soal ketersediaan tiket dan sebagainya.
d.   Gengsi, sekilas hal ini dinafikkan. Namun demikian, tak dapat dipungkiri bahwa mudik dengan mobil pribadi akan menaikkan gengsi pemudik di kampung halaman.
2)  Kekurangan
a.  Menguras energi. Kenapa demikian? Sebab kendaraan butuh dikemudikan. Bisa saja menggunakan jasa sopir, dengan konsekuensi menambah pengeluaran;
b.    Berbiaya besar. Tak hanya biaya BBM, mudik dengan kendaraan pribadi tentu butuh biaya lain. Mobil harus dalam kondisi prima, dan untuk mengkondisikannya butuh biaya perawatan dan perbaikan. Selama perjalanan juga butuh biaya tol, meski sifatnya sesuai kebutuhan. 


2.    Mudik dengan sepeda motor
Meski pemerintah tidak menganjurkan penggunaan jenis kendaraan ini untuk mudik, tak bisa dipungkiri bahwa pemudik dengan sepeda motor amat banyak. Hal ini dilatarbelakangi beberapa kelebihan tanpa mengesampingkan kekurangannya.
1)  Kelebihan:
a.    Fleksibilitas waktu, sama seperti mudik dengan mobil pribadi, kapan akan mudik dan kapan akan kembali sepenuhnya ditentukan oleh si pemudik. Tak ada kendala soal ketersediaan tiket dan sebagainya.
b.    Ekonomis, mudik dengan sepeda motor memang ekonomis. Biaya BBM-nya relatif terjangkau dan tidak ada biaya tol.
c.    Cepat, mudik dengan sepeda motor relatif lebih cepat dari pada mobil karena gerakannya lebih gesit.
2)  Kekurangan:
a.    Tidak aman, mudik dengan sepeda motor amat berisiko. Risiko kecelakaannya amat tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh faktor kelelahan pemudik, kelebihan beban muat, kondisi ruas jalan, dan kepadatan arus lalu lintas.
b.   Daya angkut terbatas, sepeda motor sesungguhnya hanya didesain untuk mengangkut 2 (dua) penumpang dewasa saja. Namun demikian banyak yang mengabaikannya. Akibatnya banyak terjadi kecelakaan karena faktor ini.
c.    Melelahkan, mengendarai sepeda motor dalam waktu lama dan jarak yang jauh amat menguras energi. Butuh kemampuan fisik yang prima untuk itu.
d.   Meski antara kelebihan dan kekurangannya berimbang, penulis tidak menyarankan mudik menggunakan sepeda motor. Nilai risiko yang dipertaruhkan teramat besar.

 II.                            II. Mudik dengan kendaraan umum.
Bagi yang tidak memiliki kendaraan pribadi tak usah risau. Tersedia beragam moda kendaraan umum. Bahkan tak sedikit pemilik kendaraan pribadi yang memilih mudik menggunakan kendaraan umum. Semua tentu ada alasannya, mulai dari kepraktisan, keekonomisan, dan sebagainya.
Kendaraan umum apa yang paling tepat untuk mudik? Yang paling tepat adalah yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing pemudik. Mari kita bahas satu per satu.
1.    Kereta api
Mudik dengan kereta api hanya bisa dilakukan oleh pemudik tertentu saja. Pemudik tersebut adalah yang kampung halamannya dilewati jalur kereta api atau setidaknya berdekatan dengan stasiun tujuan. Jika Anda mau mudik ke daerah Kalimantan, Sulawesi, Irian, atau Bali, maka tidak bisa menggunakan moda angkutan ini. Mudik dengan kereta api menjanjikan kelebihan di samping kekurangannya.
1)  Kelebihan;
a.    Praktis, mudik dengan kereta api tinggal datang, duduk manis, dan akan tiba di tujuan tanpa perlu repot-repot menyetir kendaraan, mencari rute terbaik, atau menyiapkan kendaraan. Modalnya hanya tiket perjalanan.
b.    Aman dan Nyaman, kereta api masa kini menjanjikan kenyamanan perjalanan. Tidak ada lagi insiden saling berebut masuk gerbong atau berebut kursi karena system layanannya telah direformasi. Kereta api juga bebas pedagang asongan, asap rokok, dan penumpang kelas berdiri. Stasiunnya pun amat terjaga kebersihan, kerapihan dan ketertibannya. Mudik dengan kereta api juga menjanjikan ketepatan waktu keberangkatan maupun kedatangan. Dengan system pelayanan on line, pemesanan tiketnya juga amat praktis. Pemudik tidak harus bermalam di stasiun demi memperoleh tiket idamannya. Keamanan sepanjang perjalanan juga terjamin.
c.    Ekonomis, harga tiket kereta api terbilang ekonomis. Meski memberlakukan system harga yang fluktuatif seperti tiket pesawat udara, tiket kereta api amat terjangkau oleh pemudik kalangan bawah.
2)  Kekurangan
a.    Susah mencari tiket, tak bisa dipungkiri terjadi ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran tiket kereta api musim mudik lebaran. Masih terbatasnya jumlah rangkaian gerbong menyebabkan PT. Kereta Api Indonesia mengalami kesulitan memenuhi tingginya permintaan tiket mudik. Oleh karenanya tiket mudik dengan kereta api tidak mudah didapat. Pemudik harus menyerbu situs penjualan tiket online saat penjualan dibuka.
b.    Tidak fleksibel, tentu saja jadwal mudik dengan kereta api tidak bisa seenaknya diubah. Ada risiko yang harus ditanggung saat mengubah jadwal perjalanan, mulai dari risiko pemotongan uang pengembalian hingga risiko tidak mendapat tiket pengganti.
c.    Kapasitas bagasi terbatas, tak seperti mobil pribadi, mudik dengan kereta api dibatasi oleh kapasitas bagasi/ barang bawaan. Meski pihak PT. KAI tidak membatas berat bawaan, namun kapasitas tempat barang bawaan di gerbong amat terbatas. Idealnya satu pemudik hanya membawa satu tas.
d.   Rute terbatas, tak bisa dipungkiri bahwa rute kereta api Indonesia adalah warisan colonial Belanda. Kereta api hanya tersedia di pulau Jawa dan Sumatera. Bagi pemudik tujuan lain tidak memungkinkan untuk menggunakan moda angkutan ini.

2.    Pesawat Terbang
Pesawat terbang merupakan moda angkutan yang waktu tempuhnya paling cepat. Dengan demikian, apakah mudik menggunakan pesawat terbang merupakan cara yang paling tepat? Mari kita simak.
1)   Kelebihan
a.    Cepat, seperti dikemukakan di atas, waktu tempuh pesawat terbang adalah paling cepat di antara moda angkutan yang lain. Meski demikian, pesawat terbang butuh pemadu moda, yaitu alat transportasi dari rumah ke bandara keberangkatan dan dari bandara tujuan ke kampung halaman. Sering kali waktu tempuh pemadu moda ini lebih lama dari pada waktu tempuh pesawat terbang itu sendiri;
b.    Praktis, seperti kereta api, mudik menggunakan pesawat terbang menjanjikan kepraktisan. Sepanjang tiket sudah di tangan, maka urusan selanjutnya adalah milik maskapai.
c.    Aman dan nyaman, perjalanan dengan pesawat terbang tentu menjanjikan keamanan dan kenyamanan perjalanan. Tersedia beragam pilihan maskapai dan kelas penerbangan.
d.   Ekonomis, selain aman dan nyaman, pilihan kelas penerbangan juga menjanjikan keekonomisan biaya mudik.
2)   Kelemahan
a.    Butuh dukungan pemadu moda, mudik dengan pesawat terbang butuh pemadu moda, kecuali rumah dan kampung halaman kita berada di dekat bandara. Pemadu moda merupakan hal yang harus diperhitungkan saat menghitung waktu dan jarak tempuh, serta biaya yang dikeluarkan untuk mudik.
b.    Mahal, jika kita memilih maskapai dan kelas penerbangan yang mewah.
c.    Batasan barang bawaan, untuk penerbangan dalam negeri, maksimal berat bagasi adalah 20 kilogram per penumpang. Oleh karenanya pemudik harus memperhitungkan jumlah bawaan yang akan dibawa mudik.

3.    Bus
Bus merupakan angkutan umum yang paling popular di kalangan pemudik. Moda angkutan ini paling diminati karena ramah dengan keawaman pemudik. Meski demikian, bus tidak selamanya tepat untuk mudik.
1)   Kelebihan:
a.     Ekonomis, harga tiketnya relatif terjangkau bagi pemudik kelas bawah.
b.     Rute yang mencakup daerah tujuan yang luas hingga menjangkau daerah pelosok.
2)   Kekurangan:
a.     Waktu perjalanan tergantung pada kondisi kemacetan.
b.     Harga tiket rawan dipermainkan oleh perusahaan otobus maupun calo. Meski pemerintah sudah mengatur batas atas tiket mudik, masih saja ditemui kecurangan akan hal ini.
c.     Kenyamanan dan kemanan. Tak semua perusahaan otobus menerapkan standar keselamatan dan kenyamanan yang memadai bagi penumpangnya. Akibatnya tingkat keamanan dan kenyamanan mudik menggunakan bus tidak terjamin. Penumpang bus juga rawan menjadi korban kriminalitas pencopetan, penjambretan di terminal, penipuan, dan sebagainya.
4.    Kapal Laut
Mudik dengan kapal laut mungkin terkesan asing bagi penduduk pulau Jawa. Namun bagi pemudik yang kampung halamannya ada di seberang pulau, kapal laut merupakan sarana transportasi yang menjadi alternatif bagi mereka.
1)  Kelebihan
a.     Ekonomis, tiket kapal laut relatif terjangkau bagi pemudik kelas bawah.
2)  Kekurangan
a.    Waktu tempuh yang lama. Tak bisa dipungkiri, laju kapal laut terbilang lambat dibandingkan dengan perjalanan darat apalagi udara.
b.    Keamanan dan kenyamanan,tingkat kriminitas di pelabuhan dan di atas kapal, terutama aksi pencopetan masih tinggi. Tingkat kenyamananya juga relatif rendah pada musim mudik.
c.    Butuh pemadu moda untuk mengantarkan pemudik ke pelabuhan dan sebaliknya. Hal ini tentu menambah biaya dan waktu mudik.

5.    Mobil Sewaan
Menyewa mobil merupakan pilihan tepat bagi hampir setiap pemudik. Syaratnya hanya satu, punya uang untuk membayar biaya sewa. Beragam jenis mobil ditawarkan untuk disewa, mulai dari mini bus hingga sedan mewah. Klausul sewanya pun beragam, mulai dari lepas kunci hingga paket bersama pengemudi.
Pelajarilah klausulnya sebelum memutuskan menyewa sebuah mobil. Di samping itu cermati jenis mobil apa yang sesuai untuk kebutuhan mudik Anda.
6.    Mudik Bareng oleh Pemerintah/ Perusahaan
Bisa dibilang sarana mudik ini paling ekonomis. Mudik bareng yang diadakan oleh pemerintah atau perusahaan umumnya minim biaya tiket. Pemudik tinggal menghitung biaya lain di luar tiket. Meski demikian, pilihan ini masih terbatas kapasitas dan rutenya. Oleh karenanya, bagi yang akan menggunakan sarana  mudik ini, harus mencari informasi seakurat mungkin.

Demikian ulasan soal sarana transportasi mudik dari saya. Lalu sarana transportasi apa yang paling tepat bagi Anda? Sekali lagi, yang bisa menentukannya adalah Anda sendiri. Pilihlah sarana yang paling sesuai dengan kondisi geografis, jumlah anggota keluarga, tujuan mudik, dan tentu saja kemampuan ekonomis Anda. Memaksakan diri soal sarana transportasi malah akan mencederai makna mudik yang sebenarnya.
Selamat mudik.
Post a Comment