Wednesday, May 29, 2013

Bapak

Pak....
Di senyap malam nan pekat
Aku menyapamu dengan lirih
Aku bangunkan tidurmu
Aku ajak panjenengan bermimpi
Naik sepeda pancal
Pemberian mbah Harto
Yang tak lama rusak
Oleh genjotan ganas Kang Paimin
Sepupu Bapak dari nenek

Bapak...
Ketika anakmu ini jatuh menghiba
Tentang sepeda pancal merk BMX
Panjenengan sigap berkata, "Pilih, sekolah apa sepeda!"
Aku tertunduk khusyuk...
Bertahun kemudian baru mampu
Kuartikan pilihan sulit itu

Bapak...
Dalam terik siang
Aku terus terbayang
Wajah legammu menantang panas
Mencari pakan di ladang gersang
Sapi dan kambing titipan nenek seberang

Bapak...
Di gelap malam panjenengan
Mulai membujurkan badan
Menanti sinden membuka pagelaran
Anom Suroto memainkan wayang
Lakon tentang kebaikan melawan kuburukan
Petruk yang ngalembana menghibur
Limbuk yang legawa dilecehkan
Oleh buruk rupa dan postur tak ideal
Tapi senantiasa disayang sang bunda, Cangik...

Pak...
Sosok gagahmu kini mulai beranjak senja
Langkahmu tertatih, tersaruk, bahkan terjatuh
Tak kuasa anakmu ini menjadi pahlawanmu
Tak kuasa anakmu ini menjadi sepertimu
Orang yang senantiasa punya solusi atas segala masalah
Orang yang mengajariku keihklasan berbagi
Bahwa lebih baik berpagar mangkuk daripada tembok
Bahwa ada hak orang lain dalam setiap helai rejeki kita...

Bapak...
Aku kangen...(Sambil ngusap air mata)....
Post a Comment